Ungaran — Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) menyelenggarakan kegiatan pengajian dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Jami’ An-Nur UNDARIS, Ungaran.
Pengajian ini dihadiri oleh seluruh elemen civitas akademika UNDARIS, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga keamanan, hingga petugas kebersihan. Turut hadir pula jajaran pengurus yayasan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan kampus.

Mengusung tema “Isra’ Mi’raj sebagai Inspirasi Civitas Akademika dalam Menyeimbangkan Sains, Teknologi, dan Nilai-Nilai Ketauhidan”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat spiritualitas serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan akademik dan profesional sivitas UNDARIS.
Dalam sambutannya, Rektor UNDARIS, Dr. Hj. Ida Zahara Adibah, M.S.I., menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi diri. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh civitas akademika untuk melakukan bersih-bersih, baik secara lahir maupun batin.

“Ini adalah kesempatan untuk bersih-bersih, tidak hanya apa yang terlihat secara fisik, tetapi juga apa yang tersembunyi dalam batin. Melalui bersih-bersih ini, diharapkan civitas akademika UNDARIS menjadi lebih sehat dan semakin semangat untuk maju dan berkembang,” ujarnya.
Pengajian diisi oleh Dr. H. Zaenal Abidin, S.Th.I., M.P.I., yang menyampaikan kajian kitab Matan Dardir, karya asli Syekh Najmuddin al-Ghaithi yang kemudian terkenal melalui syarah dan komentar luas dari Syekh Ahmad ad-Dardir. Dalam pengajiannya, beliau mengulas makna mendalam peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai satu rangkaian utuh dengan ‘amul huzni (tahun kesedihan) yang dialami Rasulullah SAW.
Beliau menyampaikan pesan penuh makna kepada para peserta:
“Isra’ Mi’raj sering dipandang secara parsial, padahal ia adalah satu kesatuan dengan ‘amul huzni. Maka teman-teman yang sedang dalam keadaan sedih dan susah, bersabarlah. Siapa tahu nanti akan diberi kebahagiaan oleh Allah setelah kesusahan.”
Melalui kegiatan ini, UNDARIS berharap seluruh civitas akademika semakin termotivasi untuk menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penguatan nilai-nilai spiritual, sehingga mampu menjadi insan akademik yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan ketauhidan.