UNDARIS Dorong Penguatan Pertanian dan Tata Ruang Berkelanjutan di Kecamatan Pabelan

UNGARAN- Upaya mewujudkan tata ruang yang selaras dengan kebutuhan masyarakat terus menjadi perhatian berbagai pihak. Hal tersebut turut dibahas dalam Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Penyusunan Materi Teknis dan Ranperkada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Semarang yang diikuti Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS).

Kegiatan berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, di WAHID Bandungan Hotel & Resort, Kabupaten Semarang. Forum ini menjadi wadah untuk menjaring informasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan mengenai kondisi wilayah serta isu pembangunan berkelanjutan.

Pembahasan secara khusus menyoroti Kecamatan Pabelan. Berdasarkan dokumen KLHS RTRW Kabupaten Semarang, terdapat sejumlah isu yang menjadi perhatian, mulai dari kesenjangan antarwilayah, persoalan lingkungan, kawasan rawan bencana, produktivitas sektor pertanian, perikanan dan peternakan, hingga pengentasan kemiskinan.

Dalam forum tersebut, Abdullah, S.T., M.T. mewakili UNDARIS menyampaikan sejumlah masukan terkait arah pengembangan Kecamatan Pabelan. Berdasarkan RTRW Kabupaten Semarang Tahun 2023–2043, Pabelan masuk dalam Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) III dengan arah pengembangan yang mencakup pertanian, industri, pariwisata, dan perikanan.

Salah satu masukan yang disampaikan adalah perlunya meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi hasil pertanian, perbaikan sistem irigasi, dan pengembangan industri hasil pertanian. Pengendalian perubahan fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun juga menjadi bagian dari isu strategis yang perlu diperhatikan.

Selain sektor pertanian, aspek konektivitas antarwilayah juga menjadi perhatian. UNDARIS mengusulkan pengembangan sarana pelayanan yang terpusat dan didukung konektivitas yang lebih baik. Arah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan pengendalian konversi lahan.

Forum konsultasi publik ini melibatkan unsur Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Semarang, pemerintah kecamatan dan desa, akademisi, komunitas lingkungan, serta berbagai stakeholder lainnya. UNDARIS tercatat sebagai salah satu pihak yang diundang dalam forum tersebut.

Keterlibatan UNDARIS dalam forum ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan masukan berbasis akademik terhadap perencanaan tata ruang dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *