UNGARAN – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Manatala UNDARIS) sukses melaksanakan Ekspedisi Gunung Lawu via Candi Cetho pada 28–29 Juli 2026. Ekspedisi menuju Gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut diikuti delapan anggota Manatala UNDARIS yang terdiri atas lima peserta laki-laki dan tiga perempuan.
Mengusung tema “Mendaki dengan Etika, Turun Membawa Makna”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan fisik dan keterampilan pendakian para anggota. Ekspedisi juga diarahkan sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan solidaritas, penerapan etika terhadap alam, serta penghormatan terhadap kearifan lokal di kawasan Gunung Lawu.

Perjalanan dimulai dari Basecamp Candi Cetho, Karanganyar, pada Selasa, 28 Juli 2026. Sebelum melakukan pendakian, peserta terlebih dahulu menjalani registrasi, pemeriksaan perlengkapan, serta memastikan komitmen pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung. Rombongan kemudian mulai bergerak menuju jalur pendakian pada pukul 09.47 WIB.
Dalam perjalanan menuju area perkemahan, para peserta menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari medan pendakian hingga kondisi cuaca yang semakin dingin. Beberapa anggota sempat mengalami penurunan kondisi fisik akibat kelelahan. Tim merespons kondisi tersebut dengan merapatkan barisan, menyesuaikan tempo perjalanan, serta memberikan penanganan awal sehingga perjalanan dapat kembali dilanjutkan dengan aman.

Pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 04.45 WIB, tim memulai summit attack dari Pos 5. Di tengah suhu dingin dan angin pagi Gunung Lawu, para peserta menjaga koordinasi, jarak antaranggota, serta melakukan istirahat secara berkala untuk memastikan kondisi seluruh tim tetap terjaga.

Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkan seluruh peserta mencapai Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu, pada pukul 08.05 WIB. Delapan anggota Manatala UNDARIS berhasil tiba di puncak dengan selamat. Setelah melakukan dokumentasi dan beristirahat, rombongan kembali melanjutkan perjalanan turun menuju Basecamp Candi Cetho.
Tidak hanya berorientasi pada pencapaian puncak, ekspedisi ini juga menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan. Seluruh peserta menerapkan etika pencinta alam dan menjaga norma lokal, termasuk dengan membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan selama perjalanan.

Setelah melalui rangkaian perjalanan turun, seluruh anggota akhirnya tiba kembali di Basecamp Candi Cetho pada pukul 18.45 WIB dalam kondisi sehat, selamat, dan lengkap.
Keberhasilan ekspedisi tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting bagi anggota Manatala UNDARIS dalam meningkatkan kemampuan manajemen perjalanan, kesiapsiagaan, komunikasi, serta kepedulian antaranggota. Kedisiplinan operasional dan koordinasi tim menjadi salah satu faktor penting yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan aman dan berkesan. Evaluasi dari kegiatan ini juga akan menjadi bahan peningkatan manajemen perjalanan untuk pelaksanaan ekspedisi Manatala UNDARIS selanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Manatala UNDARIS berharap semangat “Mendaki dengan Etika, Turun Membawa Makna” tidak berhenti pada keberhasilan mencapai puncak, tetapi juga menjadi nilai yang terus diterapkan dalam setiap aktivitas pencinta alam, baik dalam menjaga lingkungan, menghormati masyarakat lokal, maupun membangun solidaritas di antara sesama anggota.