UNGARAN. Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (UNDARIS) berpartisipasi dalam kegiatan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Penyusunan Materi Teknis serta Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Getasan, Bancak, dan Bringin, Kabupaten Semarang, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Semarang ini berlangsung di WAHID Bandungan Hotel & Resort, Kabupaten Semarang. UNDARIS diwakili oleh Abdullah, S.T., M.T., yang mengikuti diskusi mengenai isu strategis pembangunan berkelanjutan di tiga wilayah perencanaan tersebut.
Konsultasi publik ini bertujuan menjaring informasi dan pengalaman masyarakat, memvalidasi isu awal berdasarkan kondisi lapangan, serta merumuskan berbagai isu pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola.
Dalam pembahasan, peserta menyoroti sejumlah persoalan lingkungan yang menjadi perhatian bersama, terutama ketersediaan dan kualitas air bersih, pengelolaan sampah dan limbah domestik, serta potensi bencana alam.
Setiap kecamatan memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Kecamatan Getasan menghadapi tekanan terhadap lingkungan akibat intensifikasi pertanian hortikultura dan perkembangan agrowisata, penurunan kualitas sanitasi, serta risiko tanah longsor dan kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, Kecamatan Bancak menghadapi persoalan defisit ketersediaan air, ancaman kekeringan, banjir dan longsor, serta pengelolaan sampah dan limbah domestik yang belum optimal. Adapun Kecamatan Bringin menghadapi tantangan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman, keterbatasan sumber daya air, dan ancaman bencana hidrometeorologi.

Dalam forum tersebut, perwakilan UNDARIS turut menyampaikan pandangan berdasarkan dokumen konsultasi publik KLHS RDTR Kabupaten Semarang. Masukan tersebut menekankan pentingnya mempertimbangkan karakteristik wilayah dan isu strategis pembangunan berkelanjutan dalam proses penyusunan rencana tata ruang.
Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi antara pemerintah, akademisi, pemangku kepentingan, dan perwakilan masyarakat untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Melalui partisipasi ini, UNDARIS turut mendukung proses perencanaan tata ruang yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat penyusunan kebijakan tata ruang yang terarah, berbasis kondisi wilayah, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Semarang.