BAWASLU RI MENGUNDANG UNDARIS BAHAS TATA KELOLA PEMILU 2029

Semarang – Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) turut berpartisipasi dalam kegiatan pembahasan tata kelola Pemilu 2029 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI), Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Hotel Horizon, Semarang.

Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas lembaga dalam merespons tantangan tata kelola pemilu ke depan, khususnya dalam rangka penguatan sistem pengawasan, pencegahan pelanggaran, serta penegakan hukum pemilu yang berkeadilan. Acara tersebut merupakan hasil kerja sama antara Bawaslu RI dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Semarang.

Sejumlah tokoh nasional dan akademisi hadir sebagai narasumber, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI, Ketua Bawaslu RI, Dekan FISIP Universitas Diponegoro, serta perwakilan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas). Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan perguruan tinggi dalam merumuskan arah kebijakan pemilu yang lebih berkualitas dan berintegritas.

UNDARIS mengirimkan delegasi sebanyak 10 mahasiswa yang dipimpin oleh Muhammad Karim AI, selaku Sekretaris Jenderal BEM UNDARIS yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Adapun delegasi mahasiswa UNDARIS yang hadir terdiri dari Hamada Alfaya Husna, Iksan Yudha Darma, Siti Hajar, Nadine Firdausy Nayla Ramadhani, Rosana Salsabila, Fathurrahman, Rafael Arif Hidayat, Muhammad Rizki, dan Muhammad Yusuf Nusantara.

Wakil Rektor III UNDARIS, Dr. Naya Amin Zaini, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihak universitas secara penuh mendukung dan memberangkatkan delegasi mahasiswa tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial perguruan tinggi.

“UNDARIS mendukung penuh keterlibatan mahasiswa dalam forum-forum strategis kebangsaan. Urusan Pemilu 2029 bukan hanya persoalan teknis elektoral, tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak karena dari sanalah lahir pemimpin dalam sistem demokrasi. Oleh sebab itu, proses dan tata kelola pemilu harus dijaga kualitasnya, integritasnya, serta martabatnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi mampu melahirkan gagasan kritis dan rekomendasi akademik yang dapat berkontribusi nyata terhadap pembenahan tata kelola pemilu di Indonesia. Partisipasi UNDARIS menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pemilu yang berkeadilan dan berintegritas memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa.

BawasluRI

UNDARIS

AIPISemarang #TataKelolaPemilu

DemokrasiBerkualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *