STUDENT CENTER


Kritik Terhadap Kebijakan Migas di Indonesia dan Solusi Islam Terhadap Pengelolaan BBM

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
</head>
<body>
<div style="text-align: center;"><span style="font-size: 10pt;"><strong>Kritik Terhadap Kebijakan Migas di Indonesia </strong></span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="font-size: 10pt;"><strong>dan Solusi Islam Terhadap Pengelolaan BBM</strong></span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="font-size: 10pt;"><strong>Oleh: Abdullah</strong></span></div>
<p><strong>&nbsp;</strong></p>
<p><strong>Liberalisasi Pengelolaan Migas Di Indonesia</strong></p>
<p>Sumber migas di Indonesia tidak membuat rakyat mandi minyak. Justru migas yang seharusnya menjadi sumber energi rakyat malah dijadikan komoditi dagangan. UU yang ada pun tidak malah mengamankan energi rakyat ini. Akibatnya, kebijakan yang dibuat sering menipu. Maka benar juga rakyat seperti ayam mati di lumbung padi.</p>
<p>Sebagaimana mana sudah sangat difahami, bahwa kebijakan di bidang Energi khususnya BBM, bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Dengan beroperasinya&nbsp; perusahaan asing jelas ini berkaitan erat dengan pengejawantahan kebijakan liberalisasi ekonomi.</p>
<p>Liberalisasi di Indonesia terjadi semenjak orde baru. Hal ini ditandai kedatangan investor asing yang mengeksplorasi Sumber Daya Alam (SDA). Liberalisasi juga dilakukan dalam pertambangan dan pengilangan minyak. Untuk mengamankan investasi di Indonesia, investor asing mengajukan beberapa persyaratan. Misalnya terkait dengan kebijakan yang dilegalisasikan dalam Undang-undang (UU).</p>
<p>Terhadap &nbsp;kebijakan peniadaan subsidi BBM, ini pun berkaitan dengan kebijakan uang ketat yang merupakan bagian dari pelaksanaan agenda Konsensus Washington sebagaimana diperintahkan oleh IMF. DimanaKonsensus Washington ini membuat kebijakan peniadaan subsidi BBM, dengan tujuan untuk memperbesar peranan mekanisme pasar dalam penyelenggaraan perekonomian Indonesia.</p>
<p>Beberapa Peraturan yang mendasari kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan Minyak dan Gas adalah :</p>
<ol>
<li>UU Pertambangan Minyak dan Gas No. 44 Prp/ 1960 dan UU Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara No. 8/1971, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan multinasional hanya diperkenankan berperan sebagai kontraktor dalam proses eksplorasi minyak dan gas di Indonesia.</li>
<li>Kebijakan unbundling PT Pertamina, dalam Undang Undang (UU) Minyak dan Gas No. 22/2001, yang salah satunya membuka keran bagi investor dengan memberikan insentif bagi para investor pertambangan untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.Dalam Pasal 2 UU terkait disebutkan,&nbsp; Pengolahan,&nbsp; Pengangkutan, Penyimpanan,&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp; Niaga&nbsp;&nbsp; secara&nbsp;&nbsp; akuntabel&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; diselenggarakan&nbsp;&nbsp; melalui&nbsp;&nbsp; mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan.&ldquo;Kegiatan Usaha Hulu dan Kegiatan Usaha Hilir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 1 dan angka 2 dapat dilaksanakan oleh: badan usaha milik negara; badan usaha milik daerah; koperasi; usaha kecil; badan usaha swasta (Pasal 9).&rdquo;</li>
</ol>
<p>(<em>Secara jelas dari hulu sampai ke hilir, Asing melalui lembaga swasta sudah menguasai hulu sampai ke hilir pengelolaan BBM ini</em><em>).</em></p>
<ol start="3">
<li>PP No. 31/2003 tentang Pengalihan Bentuk Pertamina Menjadi Persero, menyatakan bahwa Tujuan utama persero adalah mendapatkan keuntungan (Pasal 2) dan keputusan tertinggi ada pada RUPS.&nbsp; (Tahun 2011 anak Perusahaan Pertamina PT Pertamina Hulu Energy direncanakan akan melakukan Initial Public Offering [IPO] di bursa saham)</li>
<li>Perpres No. 5 tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional Pasal 3c: &ldquo;Penetapan&nbsp;&nbsp; kebijakan&nbsp;&nbsp; harga&nbsp;&nbsp; energi&nbsp;&nbsp; ke&nbsp;&nbsp; arah&nbsp;&nbsp; harga keekonomian,&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dengan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; tetap&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; mempertimbangkan bantuan bagi rumah tangga miskin dalam jangka waktu tertentu.&rdquo;</li>
<li>Ditambah dengan Blue Print Pengembangan Energi Nasional 2006-2025 Kementerian ESDM: Program utama (1) Rasionalisasi harga BBM (dengan alternatif) melakukan penyesuaian harga BBM dengan harga internasional</li>
<li>Road Map Pengurangan Subsidi BBM Kementerian ESDM: Konversi minyak ke gas dan pembatasan subsidi BBM</li>
</ol>
<p><strong>Kebijakan Menaikkan Harga BBM</strong></p>
<p>Sejak tahun 2003 Indonesia mulai mengalami defisit minyak, yaitu tingkat konsumsi terhadap BBM melampaui tingkat produksi.Tahun berikutnya 2004, defisit BBM ini tidak dapat ditutupi lagi dari cadangan nasional, sehingga untuk pertama kalinya pula Indonesia harus menutup kekurangan 176 kbpd dengan mengimpor minyak dari luar negri.</p>
<p>Pada tahun 2010, tercatat produksi minyak Indonesia hanya 986 kbpd, dilain sisi tingkat konsumsi melonjak hingga menembus angka 1,304 kbpd atau defisit 318 kbpd.</p>
<p>Untuk memenuhi kekurangan tersebut, pemerintah melalui lembaga-lembaga terkaitnya makin asyik meningkatkan produksi minyak dengan mendatangkan minyak impor.</p>
<p>Karena pemerintah memiliki pandangan &nbsp;bahwa harga BBM dalam negeri yang lebih murah daripada harga BBM di pasar internasional, karena memperoleh subsidi dari Negara. Oleh karena menaikkan harga BBM adalah upaya untuk mengurangi beban anggaran Negara. Pemerintah memandang subsidi BBM akan memicu terjadinya penyelundupan BBM, maraknya pengoplosan BBM, danmerupakan penghambat bagi penggunaan bahan bakar alternatif.</p>
<p>Sehingga dengan yakinnya prediksi pemerintah bahwa inflasi akibat kenaiakan harga BBM ini akan kecil dan yang terkena dampak hanya kaum miskin. Terbukti dengan antisipasi yang dicanangkan, seperti yang disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik ketika Rapat dengan DPR Komisi VII di Gedung DPR, Selasa (28/2/2012).</p>
<p>Dengan cara berfikir tersebut, maka pemerintah akan mengantisipasi dampak kenaikan BBM ini melalui kebijakan &ldquo;Kompensasi kenaikan BBM yang diberikan khususnya untuk masyarakat terdampak (masyarakat miskin),&rdquo; antara lain :</p>
<ol>
<li>Kompensasi untuk perlindungan kepada masyarakat tidak mampu</li>
<li>Kompensasi transportasi</li>
<li>Kompensasi pangan</li>
<li>Kompensasi bantuan pendidikan</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pandangan Islam </strong><strong>dalam</strong><strong> Pengelolaan Energi</strong></p>
<ol>
<li>Syariat melarang Individu Menguasai Barang Tambang Yang Depositnya Melimpah, seperti tambang garam, migas, nikel, dan barang-barang tambang lain yang depositnya melimpah. <em>&ldquo;Sesungguhnya, Abyad bin Hammal mendatangi Rasulullah saw, dan meminta beliau saw agar memberikan tambang garam kepadanya. Ibnu al-Mutawakkil berkata,&rdquo;Yakni tambang garam yang ada di daerah Ma&rsquo;rib.&rdquo; Nabi saw pun memberikan tambang itu kepadanya. Ketika, Abyad bin Hamal ra telah pergi, ada seorang laki-laki yang ada di majelis itu berkata, &ldquo;Tahukan Anda, apa yang telah Anda berikat kepadanya? Sesungguhnya, Anda telah memberikan kepadanya sesuatu yang seperti air mengalir (al-maa&rsquo; al-&lsquo;idd)&rdquo;. Ibnu al-Mutawakkil berkata, &ldquo;Lalu Rasulullah saw mencabut kembali pemberian tambang garam itu darinya (Abyad bin Hammal)</em>&ldquo;. [<strong>HR. Imam Abu Dawud</strong>]</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="2">
<li>Kaum Muslim memiliki hak, andil, dan bagian yang sama terhadap tambang minyak dan gas bumi.
<ul>
<li>Menguasakan atau memberi hak istimewa kepada individu atau perusahaan swasta untuk mengolah dan mendistribusikan harta milik umum, sama artinya telah merampas hak, andil, dan kesetaraan pihak lain.</li>
<li>Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud menuturkan sebuah hadits bahwasanya Rasulullah saw bersabda:</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p><em>&ldquo;Manusia itu berserikat (bersama-sama memiliki) dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api&rdquo;.</em> [HR Ahmad, Abu Dawud, An Nasaaiy, dll)</p>
<ol start="3">
<li>Para ulama juga sepakat mengenai larangan menjual kelebihan air (fadllu al-maa`).
<ul>
<li>Hadits-hadits yang menuturkan tentang larangan menjual kelebihan air, menunjukkan bahwa seorang Muslim dilarang mencegah orang lain untuk mengakses barang-barang yang sudah menjadi hajat hidup orang banyak, yang mana pencegahan itu bisa menimbulkan madlarrah bagi kehidupan masyarakat.</li>
<li>Dari sinilah dapat dipahami bahwa mengalihkan harta kepemilikan umum kepada individu atau perusahaan swasta yang menyebabkan masyarakat tidak mampu mengakses harta kepemilikan tersebut adalah tindakan haram</li>
<li>Sesungguhnya Nabi saw melarang menjual kelebihan air." [HR Lima kecuali Ibn Majah dan disahihkan al-Tirmidziy].</li>
<li>Di dalam riwayat lain, dituturkan dari Jabir ra, bahwasanya ia berkata:&rdquo;Rasulullah saw melarang menjual kelebihan air&rdquo;.[HR. Imam Muslim dan lain-lain]</li>
<li>&ldquo;Dua hadits di atas menunjukkan haramnya menjual kelebihan air. Yakni, kelebihan air dari kecukupan pemiliknya. Dzahir hadits tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan antara air yang terdapat di tanah yang mubah, atau tanah yang telah dimiliki; dan sama saja apakah air itu untuk minum, atau untuk yang lainnya, dan sama saja apakah air itu untuk (memenuhi) kebutuhan hewan gembalaan atau untuk pertanian, dan sama saja apakah ada di dataran, atau tempat lain&rdquo;. [Imam Asy Syaukani, Nail al-Authar, juz 8/183]</li>
</ul>
</li>
<li>Adanya hadits yang berbicara tentang kepemilikan umum atas harta benda yang secara tabiat pembentukannya menghalangi dimiliki secara pribadi.
<ul>
<li>Dari &lsquo;Aisyah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda:&rdquo;Kota Mina menjadi tempat mukim siapa saja yang lebih dahulu sampai di sana&rdquo;. [HR Imam Tirmidziy, Ibn Majah, dan al-Hakim dari &lsquo;Aisyah ra].</li>
<li>Hadits tersebut menyatakan bahwa Mina dapat ditinggali siapa pun yang terlebih dahulu datang.</li>
<li>Hadits tersebut menunjukkan bahwa seluruh kaum Muslim memiliki hak yang sama atas Mina. Pasalnya, jika Mina menjadi milik individu, niscaya orang yang datang terlebih dahulu tidak berhak mendiami Mina.</li>
</ul>
</li>
<li>Islam melarang kebijakan yang memberi jalan bagi penguasaan orang-orang kafir terhadap kaum muslim, sebagaimana firman Allah SWT:</li>
</ol>
<p><em>&ldquo;Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah menjadikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai kaum Mukmin&rdquo;.[TQS An Nisaa` (4):141]</em></p>
<p>Kebijakan Liberalisasi Migas Menjadi Jalan Bagi Orang Kafir Menguasai Kaum Muslim</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="6">
<li>Islam melarang kebijakan yang mendzalimi rakyat, sebagaimana tertuang dalam beberapa hadits:</li>
</ol>
<p><em>&ldquo;Barangsiapa menyempitkan (urusan orang lain), niscaya Allah akan menyempitkan urusannya kelak di hari kiamat&rdquo;.[</em>HR. Imam Bukhari]</p>
<p>Do&rsquo;a Rasulullah: <em>&ldquo;Yaa Allah, barangsiapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia menyempitkan mereka, maka sempitkanlah dirinya; dan barangsiapa memiliki hak untuk mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka perlakukanlah dirinya dengan baik</em>&rdquo;.[HR. Imam Ahmad dan Imam Muslim]</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Melihat Potensienergy Indonesia dan sumberdaya lain yang begitu melimpah, sehingga banyak pihak asing yang tergiur untuk berinvestasi di Indonesia, searusnya pemerintah menyadari bahwa potensi tersebut dapat dimanfaatkan unutk kepentingan negeri sendiri.</p>
<p>Melimpahnya piotensi energy negeri ini, seharusnya diimbangi dengan pengelolaan Negara yang baik dan benar, yang ditujukan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.</p>
<p>Dengan kebijakan luar negeri dan dalam negeri yang terkontaminasi Utang, berdampak pada kemandirian kebijakan, dimana seharusnya pemerintah meningkatkan dan mengefisienkan manajemen dan pengelolaan segala sumber pemasukan, bukan dengan jalan privatisasi atau swastanisasi.Sehingga pendapatan dan potensi tersebut yang seharusnya terserap oleh Negara menjadi keuntungan swasta, baik itu swasta asing maupun domestic.</p>
<p>Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi Adalah Kebijakan Diskriminatif dan Mendzalimi Rakyat. Kebijakan Liberalisasi Migas Adalah Kebijakan yang Lahir dari Sekulerisme-Liberalisme bukan Dari Islam.</p>
<p>&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1593;&#1614;&#1605;&#1616;&#1604;&#1614; &#1593;&#1614;&#1605;&#1614;&#1604;&#1575;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1587;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616; &#1571;&#1614;&#1605;&#1618;&#1585;&#1615;&#1606;&#1614;&#1575; &#1601;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1614; &#1585;&#1614;&#1583;&#1617;&#1612;</p>
<p>&ldquo;Siapa saja yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak atas perintah kami, maka perbuatan itu tertolak&rdquo;.[HR. Imam Bukhari dan Muslim]</p>
<p>Wallahu a&rsquo;lam bishawab.[ ]</p>
<p>&nbsp;</p>
</body>
</html>

 Created on 22-04-2014 15:01:35 Hit : 208 

KEUTAMAAN BERINFAQ MEMAKMURKAN MASJID DI BULAN RAMADHAN

<!DOCTYPE html><br />
<html><br />
<head><br />
</head><br />
<body>
<br />
<div style="text-align: center;"><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>KEUTAMAAN BERINFAQ MEMAKMURKAN MASJID DI BULAN RAMADHAN</strong></span></div>
<br />
<div style="text-align: center;"><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">(ditulis untuk mensukseskan renovasi Masjid As-Nur Kampus UNDARIS)</span></div>
<br />
<div style="text-align: center;"><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>Oleh: Abdullah</strong></span></div>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>&nbsp;</strong></span></p>
<br />
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 10pt; font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>KEUTAMAAN MASJID</strong></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Masjid memiliki keutamaan dan keagungan, karena masjid tempat yang dicintai Allah. Rasulullah bersabda &ldquo; <em>Bagian negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan bagian negeri yang dibenci Allah adalah pasar-pasarnya</em>. (HR Muslim).</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Mengapa demikian?, karena di masjid adalah tempat untuk menyebarkan ilmu, mengajarkan al qur&rsquo;an dan banyak manfaat lainnya, sedangkan pasar di sana banyak kedustaan dan keburukan lainnya.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Masjid adalah penyejuk pandangan kaum muslimin yang menjadikan kebahagiaan bagi kaum muslimin melebihi kebahagiaan di tempat lain. Banyak nash Al-Qur&rsquo;an yang menjelaskan keutamaan Masjid, diantaranya:</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br /><br /><ol><ol>
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>QS. Al-Jin: 18</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.&rdquo;</em></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>&nbsp;</strong></span></p>
<br /><br /><ol start="2"><ol start="2">
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>QS An nuur: 36</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Di rumah-rumah Allah (masjid), telah diperintahkan untuk diangkat dan disebut namaNya di dalamnya pada waktu pagi dan petang.&rdquo; </em></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&ldquo;.... di rumah -rumah Allah (masjid), telah diperintahkan untuk diangkat, maksudnya adalah berhubungan tentang pembangunan masjid, menjaga kebersihan masjid. Barangsiapa yang membangun masjid karea Allah, Allah akan bangunkan baginya satu rumah di surga. Sedangkan makna &rdquo; ... disebut namaNya di dalamnya pada waktu pagi dan petang" maksudnya adalah disebutnya nama Allah di masjid untuk berdzikir kepada Allah.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br /><br /><ol start="3"><ol start="3">
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>QS At Taubah 18</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.&rdquo;</em></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&nbsp;</em></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Pada ayat tersebut menjelaskan tentang kemakmuran masjid yang hakiki. Kemakmuran masjid yang hakiki dibangun di atas:</span></p>
<br /><br /><ol><ol>
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Aqidah yang shahihah (bersumber pada Al qur&rsquo;an dan as sunnah). Yang memakmurkan masjid adalah orang yang beriman kepada Allah, berada di atas jalan Allah. Memakmurkan masjid tidak tegak jika tidak pada aqidah yang shahihah.</span></li>
</ol></ol><br /><ol><ol>
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Ketaatan. &ldquo;....serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat...&rdquo; , amalan yang berupa amalan hati dan anggota badan. Amalan anggota badan adalah shalat yang Allah wajibkan atas kita</span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>KEUTAMAAN INFAQ/SHADAQAH</strong></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Allah Subhanahu Wa Ta&rsquo;ala benar-benar memuliakan orang-orang yang berinfaq/bershodaqoh. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi yang melakukannya. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan&nbsp; orang-orang yang bershodaqoh sebagaimana telah disebutkan di atas. Ibnu Hajar Al Haitami mengumpulkan ratusan hadits mengenai keutamaan shodaqoh dalam sebuah kitab yang berjudul&nbsp;<em>Al Inaafah Fimaa Ja&rsquo;a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah</em>, banyaknya keutamaan infaq/shadaqoh ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak berinfaq/bershodaqoh.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Diantara keutamaan bershodaqoh antara lain:</span></p>
<br /><br /><ol><ol>
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>Shodaqoh dapat menghapus dosa</strong>.</span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Rasulullah&nbsp;<em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em>&nbsp;bersabda:</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Shodaqoh dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.&rdquo;</em>&nbsp;(HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Diampuninya dosa dengan sebab shodaqoh di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bershodaqoh setelahnya agar &lsquo;impas&rsquo; tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar.</span></p>
<br /><br /><ol start="2"><ol start="2">
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>Orang yang bershodaqoh akan mendapatkan naungan di hari akhir.</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Rasulullah&nbsp;<em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em>&nbsp;menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Seorang yang bershodaqoh dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dishodaqohkan oleh tangan kanannya.&rdquo;</em>&nbsp;(HR. Bukhari no. 1421)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br /><br /><ol start="3"><ol start="3">
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>Shodaqoh memberi keberkahan pada harta.</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Rasulullah&nbsp;<em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em>&nbsp;bersabda:</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Harta tidak akan berkurang dengan shodaqoh. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.&rdquo;</em>&nbsp;(HR. Muslim, no. 2588)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam&nbsp;<em>Syarh Shahih Muslim</em>, An Nawawi menjelaskan: &ldquo;Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi &lsquo;impas&rsquo; tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut &lsquo;impas&rsquo; tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.&rdquo;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br /><br /><ol start="4"><ol start="4">
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>Allah melipatgandakan pahala orang yang bershodaqoh.</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Allah Ta&rsquo;ala berfirman:</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Sesungguhnya orang-orang yang bershodaqoh baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.&rdquo;</em>&nbsp;(Qs. Al Hadid: 18)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br /><br /><ol start="5"><ol start="5">
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bershodaqoh</strong><strong>.</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&nbsp;</em></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em> &ldquo;Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: &ldquo;Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan&rdquo;. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu&nbsp;<a href="http://muslim.or.id/tag/jihad">jihad</a>, jika ia berasal dari golongan yang gemar bershodaqoh akan dipanggil dari pintu shodaqoh.&rdquo;</em>&nbsp;(HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br /><br /><ol start="6"><ol start="6">
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>Shodaqoh akan menjadi bukti keimanan seseorang.</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Rasulullah&nbsp;<em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em>&nbsp;bersabda:<em> &ldquo;Shodaqoh adalah bukti.&rdquo;</em>&nbsp;(HR. Muslim no.223)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">An Nawawi menjelaskan: &ldquo;Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)&rdquo;</span></p>
<br /><br /><ol start="7"><ol start="7">
<li><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>Shodaqoh dapat membebaskan dari siksa kubur.</strong></span></li>
</ol></ol><br /><br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Rasulullah&nbsp;<em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em>&nbsp;bersabda:</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&rlm;<em>&ldquo;Shodaqoh akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.&rdquo;</em>&nbsp;(HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>AYAT-AYAT AL-QUR&rsquo;AN TENTANG INFAQ/SHADAQAH </strong></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Dan berinfaqlah di jalan ALLOH, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan. Dan berbuat baiklah, sungguh ALLOH menyukai orang-orang yang berbuat baik.&rdquo;</em> (QS. Al-Baqarah [2]:195)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Siapa yang mau memberi pinjaman kepada ALLOH dengan pinjaman yang baik, maka ALLOH akan melipatgandakan balasan kepadanya berkali lipat. Dan ALLOH lah yang menyempitkan dan melapangkan rizqi, dan kepada</em><em>-</em><em>N</em><em>ya</em><em>lah kamu dikembalikan.&rdquo;</em> (QS. Al-Baqarah [2]:245)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Wahai orang-orang yang beriman! Infakanlah sebagian rizqi yang telah KAMI berikan kepadamu sebelum datang hari yang tiada jual beli lagi dan tidak ada persahabatan dan tidak ada lagi syafa&rsquo;at (melainkan dengan izin ALLOH).&rdquo;</em> (QS. Al-Baqarah [2]: 254)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya di jalan ALLOH, adalah seumpama biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai berisi seratus biji. Dan ALLOH melipatgandakan (balasan) bagi siapa yang dikehendakiNYA, dan ALLOH Maha Luas karuniaNYA lagi Maha Terpuji.&rdquo;</em> (QS. Al-Baqarah [2]:261)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em> &ldquo;Orang-orang yang menginfakan hartanya di jalan ALLOH dan ia tidak mengiringinya dengan mengungkit-ungkit pemberian itu dan menyakiti (perasaan penerima); mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak mereka berduka cita.</em><em>Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada shodaqoh yang diiringi tindakan yang menyakitkan. ALLOH Maha Kaya, Maha Penyantun.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak shodaqohmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakan hartanya karena riya&rsquo; (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada ALLOH dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperole sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan. Dan ALLOH tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir&rdquo;</em> (QS Al-Baqarah [2]:262-264)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Maksud dari &ldquo;Perkataan yang baik&rdquo; pada ayat di atas adalah menolak dengan cara yang baik. Dan pemberian maaf ialah memaafkan tingkah laku yang kurang sopan dari peminta.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;</em><em>Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.&rdquo;</em> (QS. Al-Baqarah[2]: 265)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.&rdquo;</em> (QS. Al-Baqarah[2]: 268)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Jika kamu menampakkan shodaqoh-shodaqohmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang faqir maka itu lebih baik bagimu; dan ALLOH akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. ALLOH Mahateliti apa yang kamu kerjakan.&rdquo;</em> (QS. Al-Baqarah[2]: 271)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Maksud menampakkan shodaqoh adalah agar dicontoh orang lain bukan untuk riya&rsquo;. <em>&ldquo;Katakanlah kepada hamba-hambaku yang beriman, &lsquo;Hendaklah mereka mendirikan sholat, menginfakan sebagian rizqi yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, sebelum datang suatu hari yang tiada jual beli dan persahabatan.&rdquo;</em> (QS Ibrohim [14]:31)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Katakanlah, &ldquo;Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizqi bagi siapa yang dikehendakiNYA di antara hamba-hambaNYA dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendakiNYA. Dan apapun yang kamu infakan dari sesuatu, maka DIA menggantinya dan DIA sebaik-baik pemberi rizqi.&rdquo;</em> (QS Saba[34]: 39)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Sesungguhnya orang-orang yang membaca kitab ALLOH, mendirikan sholat dan menginfakkan sebagian rizqi yang KAMI berikan kepada mereka secara diam-diam dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi, agar ALLOH menyempurnakan kepada mereka pahalanya dan menambah kepadanya sebagian dari karuniaNYA. Sesungguhnya DIA Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.&rdquo;</em> (QS Fathir[35]:29-30)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Siapa yang memberi pinjaman kepada ALLOH dengan pinjaman yang baik maka ALLOH akan melipatgandakan balasanNYA dan baginya pahala yang mulia.&rdquo;</em> (QS Al Hadid [57]: 11) <em>&ldquo;Sesungguhnya orang-orang yang bershodaqoh baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada ALLOH pinjaman yang baik niscaya akan dilipatkangandakan (balasan) bagi mereka dan baginya pahala yang mulia.&rdquo;</em> (QS Al Hadid [57]:18)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Maksud memberi pinjaman kepada Allah adalah menginfaq-kan harta di jalan Allah.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat ALLOH. Dan barangsiapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang rugi.</em><em>Dan infakkanlah sebagian dari apa yang KAMI berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, &lsquo;Ya Tuhanku, kenapa tidak ENGKAU tangguhkan (kematian)ku kepada ajal yang dekat (beberapa saat saja) maka aku akan bershodaqoh dan jadilah aku termasuk orang-orang sholih.</em><em>&rdquo; </em>(QS Al Munafiqun [63]: 9-11)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>HADITS-HADITS TENTANG INFAQ/SHADAQAH </strong></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Dari Abu Hurairoh r.a., Rosululloh saw. bersabda, &ldquo;Apabila waktu Shubuh tiba, dua Malaikat turun (dari langit). Malaikat yang pertama berkata, &lsquo;Ya ALLOH, berilah balasan kepada orang yang menginfakkan hartanya.&rsquo; Malaikat yang kedua berkata, &lsquo;Ya ALLOH, binasakanlah harta orang yang menggenggamnya (bakhil).</em><em>&rdquo;</em> (Muttafaq alaih-Misykat)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Dalam hadits lain dikatakan bahwa ketika matahari terbit, di kedua sisinya Malaikat berkata, <em>&ldquo;Ya ALLOH, berilah balasan segera kepada orang yang menginfakkan.&rdquo; Malaikat yang kedua mengatakan, &ldquo;Ya ALLOH, binasakanlah harta orang yang menggenggamnya.&rdquo;</em></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Dari Abu Umamah r.a., Rosululloh saw. bersabda, &ldquo;Wahai Anak Adam, infakkanlah apa yang melebihi keperluanmu, itu lebih baik bagimu. Jika kamu menggenggamnya, maka hal itu adalah buruk bagimu. Menyimpan sekadar keperluan tidaklah tercela. Pada waktu member infaq, dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu</em><em>.&rdquo;</em> (HR Muslim-Misykat)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Dari Abu Hurairoh r.a., seseorang bertanya kepada Rosululloh saw., &ldquo;Ya Rosululloh, shodaqoh jenis apakah yang paling besar pahalanya?&rdquo; Rosululloh saw. menjawab, &ldquo;Kamu bershodaqoh dalam keadaan sehat, masih menginginkan harta, ada ketakutan menjadi miskin, berangan-angan kaya raya. Dan janganlah menunda-nunda hingga ajalmu hampir tiba, maka barulah kamu mengatakan, </em><em>&ldquo;</em><em>Harta ini untuk si fulan (masjid), harta yang ini untuk si fulan (madrasah). Padahal sesungguhnya harta itu sudah menjadi milik si fulan (ahli warits)&rdquo;</em> (HR Muttafaq &lsquo;alaih-Misykat)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Dari Abu Hurairoh r.a., Rosululloh saw.&nbsp; bersabda, &ldquo;Shodaqoh tidak akan mengurangi harta, dan ALLOH akan menambah kemuliaan hambaNYA yang pemaaf. Dan barangsiapa merendahkan diri karena mencari keridhoan ALLOH, maka ALLOH pasti meninggikan derajatnya.&rdquo;</em> (HR Muslim-Misykat)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Dari Asma r.a., Rosululloh saw. bersabda, &ldquo;Berinfaqlah (sebanyak-banyaknya) dan janganlah menghitungnya, (jika engkau berbuat demikian) ALLOH pun akan berhitung untukmu. Janganlah menumpuk-numpuk harta, nanti ALLOH akan menutup pemberianNYA kepadamu.&rdquo;</em> (HR Muttafaq &lsquo;alaih-Misykat)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Dari Abu Hurairoh r.a., Rosululloh saw. bersabda, &ldquo;Jika seseorang wafat, akan terputus amalannya kecuali tiga perkara; Shodaqoh jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak sholih yang mendo&rsquo;akan orang tuanya.&rdquo;</em> (HR Muslim-Misykat; Abu Dawud, Nasai)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><em>&ldquo;Abu Hurairoh r.a. bertanya kepada Rosululloh saw., &ldquo;Jenis shodaqoh yang manakah yang paling baik?&rdquo; Rosululloh saw. menjawab, &ldquo;Yaitu shodaqoh yang dikeluarkan oleh orang yang tidak berkemampuan (tetapi ia bersusah payah mengusahakannya). Dan utamakanlah bershodaqoh kepada orang-orang yang berada di bawah tanggunganmu.&rdquo;</em> (HR Abu Dawud-Misykat)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>&nbsp;</strong></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>KEUTAMAAN </strong><strong><a href="http://muslim.or.id/ramadhan/dahsyatnya-sedekah-di-bulan-ramadhan.html">INFAQ/SHODAQOH DI BULAN RAMADHAN</a></strong></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>&nbsp;</strong></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Seorang yang menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan kelak, tak ada rasa kecuali gembira menyambut Ramadhan karena menyadari betapa dosa melumuri dirinya, dan dia akan berusaha melakukan berbagai amal kebaikan di bulan Ramadhan ini dengan berharap ridlo dan ampunan Allah SWT.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui infaq / shodaqoh. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak berinfaq/bershodaqoh. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta&rsquo;ala, sebagaimana hadits:</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&rlm;<em>&ldquo;Sesungguhnya Allah Ta&rsquo;ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.&rdquo;</em>&nbsp;(HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam&nbsp;<em>Shahihul Jami&rsquo;</em>, 1744)</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Yang sangat dianjurkan dalam bulan Ramadhan, adalah memperbanyak infaq-shadqah, memberi bantuan kepada fakir, miskin, dan orang-orang yang membutuhkan, memberikan bantuan untuk sarana pembangunan agama, memberikan santunan kepada anak yatim, bahkan juga memberikan shadaqah untuk berbuka (ifthar<em>). </em><em>&ldquo;Seutama-utamanya shadaqah, adalah di bulan Ramadhan.&rdquo;</em> Demikian sabda Rasulullah Saw. dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><strong>KESIMPULAN</strong></span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Setelah memahami berbagai keutamaan masjid, keutamaan infaq/shadaqah, dan keutamaan bulan ramadhan, maka dapat disimpulkan betapa besar dan agungnya pahala berinfaq dalam pembangunan masjid dan memakmurkannya di bulan ramadhan ini. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini, karena kesempatan itu kadang tidak datang dua kali, apalagi kita tidak tahu apakah kita dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan di tahun depan.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">&nbsp;</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Marilah kita berlomba menjadi yang terbaik dihadapan Allah SWT, bukan di hadapan manusia. Oleh karena itu berinfaqlah semata-mata mengharapkan keridloan Allah SWT.</span></p>
<br />
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;">Wallahu a&rsquo;lam bi ash-shawab.</span></p>
</body><br />
</html>

 Created on 22-04-2014 14:57:59 Hit : 7 

MOBIL MURAH DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN KOTA

<!DOCTYPE html><br /><br />
<html><br /><br />
<head><br /><br />
</head><br /><br />
<body>
<br /> <br /> <br /><br /><br />
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 12pt; background-color: #339966;"><strong>MOBIL MURAH DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN KOTA</strong></span></p>
<br /> <br /> <br /><br /><br />
<p>Sejak kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan <em>(Low Cost Green Car)</em> digulirkan, pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut terus bermunculan. Mereka yang pro beralasan bahwa kebijakan ini akan memberikan kesempatan kepada masyarakat menengah ke bawah untuk dapat memiliki mobil. Bahkan pemerintah beralasan bahwa program ini akan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Karena berdasarkan peraturan Menteri Perindustrian nomor 33 tahun 2013 tentang pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau memang menyebutkan mesinnya memakai bensin minimal beroktan 92 atau pertamax.<br /><br /><a href="file/server/php/files/mobil%20murah%20dan%20tantangan%20pembangunan%20kota%20%281%29.pdf" target="blank">baca selengkapnya.pdf</a></p>
<p>&nbsp;</p>
</body><br /><br />
</html>

 Created on 21-04-2014 12:33:30 Hit : 127 

  BERITA LAIN

DIKTI
KOPERTIS WIL VI JATENG
KOPERTAIS WIL X JATENG
jamsostek
LPPM
Portal e-Journal UNDARIS
Sistem Informasi Akademik Undaris
Fakultas Teknik Undaris
Perpustakaan Digital UNDARIS

  INFO KAMPUS

  AGENDA

  • Agenda
    17-02-2014 02:40:05 Hit: 222